Rumus Kimia Benzena dan Struktur Kimia Benzena

Rumus Kimia Benzena – Sahabat, kali ini kami akan berbagi penjelasan seputar rumus kimia benzena. Selain itu, kami juga akan membagikan penjelasan-penjelasan lainnya seputar Benzena itu sendiri. Dalam sejarah, disebutkan bahwa untuk kali pertama Benzena ditemukan oleh Michael Faraday pada 1825. Faraday berhasil mengisolasi benzena dari gas dan memberinya nama hidrogen bikarburet (bicarburet of hydrogen). Pada 1833, ilmuwan Jerman, Eilhard Mitscherlich berhasil membuat benzena melalui distilasi asam benzoat dan kapur. Berikut reaksi penemuan senyawa benzena tersebut:
Rumus Kimia Benzena
Rumus Kimia Benzena

Rumus Kimia Benzena

  • Rumus kimia benzena : C6H6
  • Nama IUPAC : Benzena (atau 1,3,5-sikloheksatriena)
  • Massa molar : 78,1121 g/mol
  • Penampilan : Cairan tak berwarna
  • Densitas : 0,8786 g/mL, zat cair
  • Titik lebur : 5,5 °C (278,6 K)
  • Titik didih : 80,1 °C (353,2 K)
  • Kelarutan dalam air : 0,8 g/L (25 °C)
  • Viskositas : 0,652 cP pada 20 °C
  • Momen dipol : 0 Debye
Mitscherlich memberi nama senyawa tersebut dengan sebutan benzin. Pada 1845, ilmuwan Inggris, Charles Mansfield yang bekerja sama dengan August Wilhelm von Hofmann, mengisolasi benzena dari tar batubara. Empat tahun kemudian, Mansfield memulai produksi benzena dari tar batubara dalam skala industri. Berdasarkan hasil penelitian, benzena memiliki rumus kimia C6H6.

Struktur Kimia Benzena

Rumus kimia ini memberikan misteri mengenai struktur yang tepat untuk benzena selama beberapa waktu setelah benzena ditemukan. Hal tersebut dikarenakan rumus kimia C6H6 tidak sesuai dengan kesepakatan ilmuwan bahwa atom C dapat mengikat 4 atom dan atom H mengikat 1 atom. Masalah ini akhirnya sedikit terpecahkan setelah menunggu selama 40 tahun. Ilmuwan Jerman, Friedrich August Kekule mengusulkan agar struktur benzena berupa cincin heksagonal. Perhatikanlah gambar berikut.
Rumus Kimia Benzena
Struktur benzena yang diusulkan Kekule tidak mengandung ikatan rangkap karena benzena tidak bereaksi seperti halnya senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap. Namun, struktur benzena ini menimbulkan masalah karena atom C tidak taat asas. Berdasarkan kesepakatan, 1 atom C seharusnya mengikat 4 atom, sedangkan pada struktur yang diusulkan Kekule atom C hanya mengikat 3 atom.

Pada 1872, Kekule mengusulkan perubahan struktur benzena. Menurut Kekule, benzena mengandung tiga ikatan tunggal dan tiga ikatan rangkap yang posisinya berselang-seling.
Rumus Kimia Benzena
Rumus Struktur Benzena
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa setiap atom C pada cincin benzena memiliki sifat yang sama. Hal ini ditentukan setelah para ilmuwan mengetahui bahwa semua ikatan antaratom C memiliki panjang yang sama, yakni 140 pm (pikometer).
Rumus Kimia Benzena
Jarak ikatan dan sudut ikatan pada benzena
Oleh karena semua atom C memiliki fungsi yang sama, ikatan rangkap senantiasa berubah-ubah. Perhatikanlah gambar berikut.
Rumus Kimia Benzena
Tanda    menyatakan bahwa senyawa benzena mengalami resonansi.

Penggunaan Benzena

Benzena pada umumnya digunakan sebagai bahan dasar dari senyawa kimia lainnya. Sekitar 80% benzena dikonsumsi dalam 3 senyawa kimia utama yaitu etilbenzena, kumena, dan sikloheksana, Senyawa turunan yang paling terkenal adalah etilbenzena, karena merupakan bahan baku stirena, yang nantinya diproduksi menjadi plastik dan polimer lainnya.

Kumena digunakan sebagai bahan baku resin dan perekat. Sikloheksana digunakan dalam pembuatan nilon. Sejumlah benzena lain dalam jumlah sedikit juga digunakan pada pembuatan karet, pelumas, pewarna, obat, deterjen, bahan peledak, dan pestisida.

Di Amerika Serikat dan Eropa, 50% dari benzena digunakan dalam produksi etilbenzena/stirena, 20% dipakai dalam produksi kumena, dan sekitar 15% digunakan untuk produksi sikloheksana.

Saat ini, produksi dan permintaan benzena di Timur Tengah mencatat kenaikan tertinggi di dunia. Kenaikan produksi diperkirakan akan meningkat 3,7% dan permintaan akan meningkat 3,3% per tahunnya sampai tahun 2018. Meskipun begitu, kawasan Asia-Pasifik tetap akan tetap mendominasi pasar benzena dunia, dengan permintaan kira-kira setengah permintaan global dunia.

Pada penelitian laboratorium, saat ini toluena sering digunakan sebagai pengganti benzena. Sifat kimia toluena dengan sifat benzena mirip, tetapi toluena lebih tidak beracun dari benzena.

Benzena adalah salah satu komponen dalam minyak bumi, dan merupakan salah satu bahan petrokimia yang paling dasar serta pelarut yang penting dalam dunia industri. Karena memiliki bilangan oktan yang tinggi, maka benzena juga salah satu campuran penting pada bensin. Benzena juga bahan dasar dalam produksi:
  • Obat-obatan
  • Plastik
  • Bnsin
  • Karet buatan
  • Pewarna
Lihat juga materi Kimia lainnya: Sifat Koligatif Larutan Elektrolit.
Itulah rumus kimia benzena beserta penjelasan lainnya mengenai struktur dan penggunaan benzena yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga dengan mudah sahabat dapat memahami penjelasan di atas, serta dapat menjadi salah satu referensi yang baik dalam meningkatkan pengetahuan Kimia sahabat.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter