Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit - RumusKimia.net kali ini akan share materi kimia tentang sifat koligatif larutan elektrolit. Untuk lebih memahami sifat koligatif larutan elektrolit, pelajarilah penjelasan berikut ini.
Sifat Koligatif Larutan Elektrolit
Sifat Koligatif Larutan Elektrolit
Lihat juga materi Kimia lainnya:

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Menurut Arrhenius, suatu zat elektrolit yang dilarutkan dalam air akan terurai menjadi ion-ion penyusunnya sehingga jumlah partikel zat pada larutan elektrolit akan lebih banyak dibandingkan dengan larutan nonelektrolit yang konsentrasinya sama. Hal ini menyebabkan sifat koligatif pada larutan elektrolit lebih besar daripada larutan nonelektrolit.

Perilaku elektrolit dapat digambarkan dengan memerhatikan fenomena di atas. Penurunan titik beku ΔTf larutan 0,005 m NaCl 1,96 kali (2 kali) ΔTf glukosa sebagai zat nonelektrolit, demikian juga ΔTf untuk K2SOhampir 3 kali dari ΔTf glukosa. Keadaan ini dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.
ΔTf  elektrolit = i × ΔTf  nonelektrolit

Hubungan Bilangan Faktor Van’t Hoff dengan Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit
Van’t Hoff
Hubungan sifat koligatif larutan elektrolit dan konsentrasi larutan dirumuskan oleh Van’t Hoff, yaitu dengan mengalikan rumus yang ada dengan bilangan faktor Van’t Hoff yang merupakan faktor penambahan jumlah partikel dalam larutan elektrolit.
i = 1 + (n – 1) α
Keterangan:

  • i = faktor yang menunjukkan bagaimana larutan elektrolit dibandingkan dengan larutan nonelektrolit dengan molalitas yang sama. Faktor i inilah yang lebih lanjut disebut faktor Van’t Hoff.
  • n = jumlah ion dari elektrolit
  • α = derajat ionisasi elektrolit

Contohnya:

1. Contoh elektrolit biner:
NaCl(s) →Na+(aq) + Cl(aq)                (n = 2)
KOH(s) →K+(aq) + OH(aq)                (n = 2)

2. Contoh elektrolit terner:
H2SO4(l) + 2 H2O(l) →2 H3O+(aq) + SO42–(aq)           (n = 3)
Mg(OH)2(s) →Mg2+(aq) + 2 OH(aq)                             (n = 3)

3. Contoh elektrolit kuarterner:
K3PO4(s) →3 K+(aq) + PO43–(aq)                                   (n = 4)
AlBr3(s) →Al3+(aq) + 3 Br(aq)                                       (n = 4)

Untuk larutan elektrolit berlaku Hukum Van’t Hoff

Kesimpulan:

Jadi sifat koligatif larutan elektrolit bergantung pada faktor Van’t Hoff.
i = 1 + (n – 1) α
Itulah penjelasan mengenai Sifat Koligatif Larutan Elektrolit yang dapat kami share pada kesempatan kali ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Mohon saran jika ada pengembangan materi ataukah ada kekurangan. - Rumus Kimia

Pustaka:
[Prkatis Belajar Kimia IPA Kelas 12 Iman Rahayu 2009.]
[Google Images.]
[RumusKimia.net.]

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter