Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Beserta Contohnya

Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit – Penjelasan dari materi kimia kali ini yaitu perbedaan larutan elektrolit dan non elektrolit. Sebelum mengetahui apa sebenarnya perbedaan kedua larutan elektrolit dengan larutan non elektrolit, terlebih dahulu sahabat harus mengerti apa yang dimaksud dengan larutan. Larutan merupakan campuran homogen antara zat terlarut (solute) dan zat pelarut (solvent). Zat terlarut umumnya jumlahnya lebih sedikit daripada zat pelarut. Contoh larutan gula, larutan garam dapur, larutan alkohol, dan lain sebagainya. Larutan umumnya berfase cair (liquid = l) dengan pelarut air, tetapi ada juga larutan yang berfase padat (solid = s) seperti kuningan, stainless steel, dan lain-lain, ataupun gas (g) seperti udara.
Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Baca Juga:

Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Larutan elektrolit merupakan suatu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan larutan non elektrolit merupakan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Jadi perlu sahabat ketahui bahwa zat yang bersifat elektrolit adalah suatu zat yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan zat non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan ke dalam air.

Dalam kehidupan kita sehari-hari sering menggunakan larutan elektrolit dan nonelektrolit. Contoh:
  • Baterai untuk jam, kalkulator, handphone, remote control, mainan, dan lain sebagainya. Baterai menggunakan larutan amonium klorida (NH4Cl), KOH, atau LiOH agar dapat menghasilkan arus listrik.
  • Aki dipakai untuk menstarter kendaraan, menggunakan larutan asam sulfat (H2SO4).
  • Oralit diminum penderita diare supaya tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Cairan tubuh mengandung komponen larutan elektrolit untuk memungkinkan terjadinya daya hantar listrik yang diperlukan impuls saraf bekerja.
  • Air sungai dan air tanah mengandung ion-ion. Sifat ini digunakan untuk menangkap ikan dengan menggunakan setrum listrik.
  • Air suling digunakan untuk membuat larutan dalam percobaan kimia adalah nonelektrolit sehingga hanya mengandung sedikit ion-ion.

1. Larutan Elektrolit

Berdasarkan kuat lemahnya daya hantar listrik, larutan elektrolit dibagi dua yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Suatu zat yang mempunyai daya hantar listrik kuat termasuk elektrolit kuat, dan zat yang daya hantar listriknya lemah termasuk elektrolit lemah.

Larutan elektrolit kuat contohnya asam kuat (HCl, HBr, HI, H2SO4, HNO3), basa kuat (NaOH, KOH, LiOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2), dan garam (NaCl, KCl, CaCl2, BaBr2, CaSO4, dan lain-lain). Larutan-larutan ini terionisasi sempurna dalam air (α = 1), sehingga semua molekul terdisosiasi dan tidak ada molekul tersisa dalam larutan.

Berbeda dengan larutan elektrolit lemah yang terionisasi sebagian (0 < α < 1), dalam larutan sebagian berbentuk ionion sebagian lagi masih dalam bentuk molekul. Contoh dalam cuka mengandung asam asetat (CH3COOH) yang terionisasi sebagian:

CH3COOH(aq) CH3COO(aq)H+(aq)

Keterangan:
Awalnya sejumlah molekul CH3COOH terurai menjadi ion-ion CH3COO dan H+. Seiring berjalannya waktu beberapa ion CH3COO– dan H+ bergabung kembali membentuk molekul CH3COOH.

Contoh elektrolit lemah adalah asam lemah (CH3COOH, H3PO4, HCOOH, HCN, HF, H2S, dan lain-lain) dan basa lemah (NH4OH, Fe(OH)3, Al(OH)3, dan lain-lain).

2. Larutan Non Elektrolit [Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit]

Larutan nonelektrolit tidak dapat terionisasi (α = 0), sehingga tidak ada ion dalam larutan tetapi semua dalam bentuk molekul. Contoh larutan nonelektrolit adalah larutan urea dan larutan glukosa. 

Secara kuantitatif, kuat lemahnya larutan elektrolit dapat diukur dari α = derajat disosiasi (untuk senyawa ion)/derajat ionisasi (untuk senyawa kovalen polar) atau dapat dituliskan seperti berikut ini:


Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Untuk Lebih memahami apa sebenarnya yang menjadi perbedaan larutan elektrolit dan non elektrolit, perhatikan tabel berikut ini:

Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Nach demikian penjelasan singkat mengenai Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua, serta dapat dengan mudah dipahami.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter