Hukum Proust atau Hukum Perbandingan Tetap dalam Kimia

Hukum Proust  - Salah satu hukum dasar kimia yang berkenaan dengan hukum perbandingan tetap yakni hukum Proust. Perbandingan tetap pertama kali dikemukakan oleh Joseph Louis Proust, setelah serangkaian eksperimen sekitar tahun 1797 sampai 1804. Hal ini telah sering diamati sejak lama sebelum itu, namun Proust-lah yang mengumpulkan bukti-bukti dari hukum ini dan mengemukakannya. Pada saat Proust mengemukakan hukum ini, konsep yang jelas mengenai senyawa kimia belum ada (misalnya bahwa air dengan rumus kimia air yaitu H2O).
Hukum Proust
Joseph Louis Proust (Hukum Proust)

Hukum Proust

Tahun 1799 Joseph Proust melakukan percobaan dengan mereaksikan hidrogen dan oksigen. Ternyata hidrogen dan oksigen selalu bereaksi membentuk air dengan perbandingan massa yang tetap yaitu 1 : 8.

Perbandingan massa hidrogen dan oksigen membentuk air

Hukum Proust

Berdasarkan hasil percobaan yang diperolehnya, dia menyimpulkan bahwa bunyi Hukum Proust:
"Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap".
Hukum ini memberikan kontribusi pada konsep mengenai bagaimana unsur-unsur membentuk senyawa. Pada 1803 John Dalton mengemukakan sebuah teori atom, yang berdasarkan pada hukum perbandingan tetap dan hukum perbandingan berganda, yang menjelaskan mengenai atom dan bagaimana unsur membentuk senyawa.

Dalam kimia, hukum perbandingan tetap atau hukum Proust (diambil dari nama kimiawan Perancis Joseph Proust) adalah hukum yang menyatakan bahwa suatu senyawa kimia terdiri dari unsur-unsur dengan perbandingan massa yang selalu tepat sama. Dengan kata lain, setiap sampel suatu senyawa memiliki komposisi unsur-unsur yang tetap. Misalnya, air terdiri dari 8/9 massa oksigen dan 1/9 massa hidrogen. Bersama dengan hukum perbandingan berganda (hukum Dalton), hukum perbandingan tetap adalah hukum dasar stoikiometri.
Baca Juga: Teori Atom Thomson Serta Kelebihan dan Kelemahannya.

Penyimpangan dari Hukum Proust

Perlu diketahui bahwa sekalipun hukum ini amat berguna dalam dasar-dasar kimia modern, hukum perbandingan tetap tidak selalu berlaku untuk semua senyawa. Senyawa yang tidak mematuhi hukum ini disebut senyawa non-stoikiometris.

Perbandingan massa unsur-unsur pada senyawa non-stoikiometris berbeda-beda pada berbagai sampel. Misalnya oksida besi w├╝stite, memiliki perbandingan antara 0.83 hingga 0.95 atom besi untuk setiap atom oksigen. Proust tidak mengetahui hal ini karena peralatan yang ia gunakan tidak cukup akurat untuk membedakan angka ini.

Selain itu, hukum Proust juga tidak berlaku untuk senyawa-senyawa yang mengandung komposisi isotop yang berbeda. Komposisi isotop dapat berbeda sesuai sumber dari unsur yang membentuk senyawa tersebut. Perbedaan ini dapat digunakan untuk penanggalan secara kimia, karena proses-proses astronomis, atmosferis, maupun proses dalam samudera, kerak bumi dan Bumi bagian dalam kadang-kadang memiliki kecenderungan terhadap isotop berat ataupun ringan.

Perbedaan yang diakibatkan amat sedikit, namun biasanya dapat diukur dengan peralatan modern. Selain itu, hukum Proust juga tidak berlaku pada polimer, baik polimer alami maupun polimer buatan.

Contoh Soal Hukum Proust

Perbandingan unsur nitrogen dan unsur hidrogen pada pembentukan amonia sebesar 14 : 3. Jika 28 gram gas nitrogen dan 9 gram gas hidrogen direaksikan, maka tentukan:
a. massa amonia yang terbentuk!
b. zat yang tersisa dan banyaknya!

Jawab:

Perbandingan massa nitrogen, (28 : 14 = 2) adalah 2 kali angka perbandingan, sedangkan hidrogen (9 : 3 = 3) adalah 3 kali angka perbandingan. Jadi, nitrogen habis bereaksi dan hidrogen bersisa.
Hukum Proust

Jadi untuk mengetahui besar massa zat, maka dapat menggunakan persamaan berikut:

Hukum Proust

Demikian penjelasan kali ini dari RumusKimia.net mengenai Hukum Proust dalam hal ini hukum perbandingan tetap yang dapat kami bagikan yang dilengkapi dengan contoh soal penyelesaian. Sahabat juga dapat membaca materi lainnya yang berkaitan seperti Hukum Kekekalan Massa. Semoga penjelasan tersebut dapat dengan mudah sahabat pahami dan menjadikan penjelasan yang memberikan manfaat bagi kita semua.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter