6 Faktor faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi Kimia

Faktor faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi – Update materi Kimia pada kesempatan kali ini yaitu mengenai beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Namun sebelum kita mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pengaruh terhadap laju suatu reaksi, terlebih dahulu sahabat harus memahami apa itu Laju Reaksi.

Laju reaksi atau yang juga sering disebut kecepatan reaksi menyatakan banyaknya reaksi kimia yang berlangsung per satuan waktu. Laju reaksi menyatakan molaritas zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap detik reaksi.
Faktor faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Faktor faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Perkaratan besi merupakan contoh reaksi kimia yang berlangsung lambat, sedangkan peledakan mesiu atau kembang api adalah contoh reaksi yang cepat. Kedua hal tersebut memberikan gambaran bahwa dalam laju reaksi terdapat kemungkinan laju reaksinya lambat atau bisa saja laju reaksinya cepat. Dimana perbedaan besar dari kecepatan reaksi tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu.
Baca juga: Pengertian Kelarutan dan Kelarutan Endapan.

Faktor faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Dari hasil percobaan ternyata laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi, luas permukaan, temperatur atau suhu, dan katalis (James E. Brady, 1990). Namun seiring dengan perkembangan keilmuan terdapat hal lain sebagai faktor faktor yang mempengaruhi laju reaksi seperti molaritas dan pengaruh tekanan. Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya:

1. Konsentrasi

Pada umumnya, reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah.

Partikel yang susunannya lebih rapat, akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.

2. Luas Permukaan

Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran. Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh. Dengan memperbesar luas bidang sentuh, reaksi akan berlangsung lebih cepat.

3. Temperatur atau Suhu

Setiap partikel selalu bergerak. Dengan menaikkan temperatur, energi gerak atau energi kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Dengan frekuensi tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan efektif yang mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar.

Suhu atau temperatur ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat. Zat-zat yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan tumbukan efektif. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak mampu melampaui energi aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini akan memperbesar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi.

4. Katalis

Katalis adalah suatu zat yang berfungsi mempercepat terjadinya reaksi, tetapi pada akhir reaksi dapat diperoleh kembali. Fungsi katalis adalah menurunkan energi aktivasi, sehingga jika ke dalam suatu reaksi ditambahkan katalis, maka reaksi akan lebih mudah terjadi. Hal ini disebabkan karena zat-zat yang bereaksi akan lebih mudah melampaui energi aktivasi.

5. Molaritas

Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut. Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa semakin besar molaritas suatu zat, maka semakin cepat suatu reaksi berlangsung. Dengan demikian pada molaritas yang rendah suatu reaksi akan berjalan lebih lambat daripada molaritas yang tinggi.

6. Pengaruh Tekanan

Pengaruh tekanan akan terlihat pada reaksi kimia yang melibatkan pereaksi berupa gas, peningkatan tekanan pada reaksi yang melibatkan pereaksi gas akan meningkatkan laju reaksi, pengaruh ini tidak akan terlihat pada reaksi yang melibatkan zat padat dan zat cair.

Pada dasarnya, pengaruh tekanan terhadap laju reaksi sama halnya dengan pengaruh konsentrasi kerena peningkatan tekanan biasanya dilakukan untuk meningkatkan persentase gas yang bereaksi dalam kesetimbangan campuran, dengan demikian peningkatan tekanan gas sama dengan peningkatan pada kosentrasinya dan mempengaruhi laju reaksi.

Jadi sebagai kesimpulan bahwa konsentrasi, luas permukaan, temperatur/suhu, katalis, molaritas, dan pengaruh tekanan kesemuanya memberikan pengaruh terhadap laju atau kecepatan suatu reaksi.
Untuk seputar perhitungan dalam Laju Reaksi, lihat Persamaan Laju Reaksi dan Contoh Soal Penyelesaian.
Nach demikian ulasan mengenai faktor faktor yang mempengaruhi laju reaksi yang dapat kami bagikan kali ini, semoga sahabat dapat memahami dan menjadi salah satu referensi yang baik bagi kita semua. Dan kami juga tetap membutuhkan saran dari sahabat jika terdapat kekeliruan dalam ulasan kali ini, terima kasih.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter