Persamaan Reaksi Kimia Beserta Cara Penyetaraan Reaksinya

Persamaan reaksi adalah persamaan yang menggambarkan hubungan zat-zat kimia yang terlibat sebelum dan sesudah reaksi kimia. Persamaan reaksi dinyatakan dengan rumus kimia zat-zat yang bereaksi dan hasil reaksi, angka koefisien, dan fase/wujud zat. Zat-zat yang bereaksi disebut pereaksi/reaktan dituliskan di sebelah kiri tanda anak panah, sedangkan zat-zat hasil reaksi atau produk reaksi dituliskan di sebelah kanan tanda anak panah.
Persamaan reaksi
Wujud Zat - Persamaan Reaksi

Persamaan Reaksi

Perubahan dari pereaksi menjadi hasil reaksi digambarkan dengan tanda anak panah. Angka koefisien menyatakan jumlah partikel dari setiap pereaksi dan hasil reaksi. Angka koefisien dituliskan di depan rumus kimia zat, agar reaksi menjadi setara. Reaksi dikatakan setara jika jumlah atom di kiri sama dengan jumlah atom di kanan tanda anak panah, sehingga sesuai dengan Hukum Kekekalan Massa.

Wujud Zat dalam Persamaan Reaksi

Wujud/fase zat ada 4, yaitu:
1. cair/liquid (l);
2. padat/solid (s);
3. gas (g);
4. larutan (aq).

Contoh: natrium hidroksida direaksikan dengan asam klorida menghasilkan natrium klorida dan air. Maka persamaan reaksinya:

natrium hidroksida + asam klorida → natrium klorida + air
NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq)H2O(aq)
NaOH dan HCl disebut pereaksi/reaktan
NaCl dan H2O disebut hasil reaksi

Dalam persamaan reaksi berlaku jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Pada reaksi tersebut:
  • Atom Na di kiri 1 dan di kanan 1
  • Atom O di kiri 1 dan di kanan 1
  • Atom H di kiri 2 dan di kanan 2
  • Atom Cl di kiri 1 dan di kanan 1

Jumlah atom di kiri 5 atom sedang di kanan juga 5 atom, maka persamaan tersebut telah setara. Jika terjadi jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi tidak sama, maka persamaan reaksi tersebut belum setara.

Contoh Soal Cara Persamaan Reaksi dalam Penyetaraan Reaksi Kimia

1. H2(g) + O2(g) → H2O(l)
Langkah 1 :
  • jumlah atom H di kiri = 2, di kanan = 2 (sudah sama)
  • jumlah atom O di kiri = 2, di kanan = 1 (belum sama)

Langkah 4 :
semua koefisien dikalikan 2
H2(g) + O2(g) → 2 H2O(l)
Langkah 5 :
  • jumlah atom H di kiri = 4, di kanan = 4 (sudah sama)
  • jumlah atom O di kiri = 2, di kanan = 2 (sudah sama)
Jadi, reaksi setara: 2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(l)

2. Mg(OH)2(aq)  + HCl(aq) → MgCl2(aq) + H2O(l)
Langkah 1 :
  • jumlah atom Mg di kiri = 1, di kanan = 1 (sudah sama)
  • jumlah atom O di kiri = 2, di kanan = 1 (belum sama)
  • jumlah atom H di kiri = 2 + 1 = 3, di kanan = 2 (belum sama)
  • jumlah atom Cl di kiri = 1, di kanan = 2 (belum sama)
Langkah 2 :
atom Cl dalam HCl dikalikan 2
Mg(OH)2(aq) + 2 HCl(aq) → MgCl2(aq) + H2O(l)
Langkah 3 :
atom O dalam H2O dikalikan 2
Mg(OH)2(aq) + 2 HCl(aq) → MgCl2(aq) + 2 H2O(l)
Langkah 4 :
  • jumlah atom Mg di kiri = 1, di kanan = 1 (sudah sama)
  • jumlah atom O di kiri = 2, di kanan = 2 (sudah sama)
  • jumlah atom H di kiri = 2 + 2 = 4, di kanan = 4 (sudah sama)
  • jumlah atom Cl di kiri = 2, di kanan = 2 (sudah sama)
Jadi, reaksi setara: Mg(OH)2(aq) + 2 HCl(aq) → MgCl2(aq) + 2 H2O(l).

Sebagai kesimpulan bahwa persamaan reaksi dikatakan setara apabila jumlah atom di sebelah kiri sama dengan jumlah atom di sebelah kanan tanda anak panah. Demikian dan semoga bermanfaat. Jika ada penjelasan ataukah proses penyetaraan yang terdapat kekeliruan, mohon saran dari sahabat.

Pustaka:
[Persamaan Reaksi dalam Rumus Kimia (Situs belajar kimia pelajar Indonesia]
[Materi Kimia Tingkat SMA/MA]
[Sebagian gambar diperoleh dari Google Images]

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter