Pengertian Hidrolisis Garam

Pengertian Hidrolisis Garam – RumusKimia.net berikut ini akan update materi kimia tentang Pengertian Hidrolisis Garam. Dimana untuk pengertian hidrolisis adalah reaksi kimia yang memecah molekul air (H2O) menjadi kation hidrogen (H+) dan anion hidroksida (OH-) melalui suatu proses kimia.
Pengertian Hidrolisis Garam
Pengertian Hidrolisis Garam

Pengertian Hidrolisis Garam

“Hidrolisis Garam adalah terurainya garam dalam air yang menghasilkan asam dan atau basa”.

Bagaimanakah Hidrolisis dapat Terjadi?

Hidrolisis garam hanya dapat terjadi apabila salah satu atau kedua komponen penyusun garam tersebut berupa asam lemah dan atau basa lemah. Jika komponen garam tersebut berupa asam kuat dan basa kuat, maka komponen ion dari asam kuat atau pun basa kuat tersebut Tidak akan terhidrolisis. 

Berdasarkan penjelasan tadi, maka kation dan anion yang dapat mengalami reaksi hidrolisis adalah kation dan anion garam yang termasuk elektrolit lemah. Sedangkan kation dan anion garam yang termasuk elektrolit kuat tidak terhidrolisis.

Reaksi garam dengan air, dimana komponen garam (kation atau anion) yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air membentuk ion H3O+ (=H+ ) atau ion OH- .

Jika hidrolisis menghasilkan H3O+ maka larutan bersifat asam, tetapi jika hidrolisis menghasilkan ion OH- maka larutan bersifat basa.

Proses Hidrolisis - Pengertian Hidrolisis Garam

Sebagaimana kita ketahui bahwa jika larutan asam direaksikan dengan larutan basa akan membentuk senyawa garam. Jika kita melarutkan suatu garam ke dalam air, maka akan ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu:

1. Ion-ion yang berasal dari asam lemah (misalnya CH3COO-, CN-, dan S2-) atau ion-ion yang berasal dari basa lemah (misalnya NH4+, Fe2+, dan Al3+) akan bereaksi dengan air. Reaksi suatu ion dengan air inilah yang disebut hidrolisis.

Berlangsungnya hidrolisis disebabkan adanya kecenderungan ion-ion tersebut untuk membentuk asam atau basa asalnya.
Contoh:
CH3COO- + H2O → CH3COOH + OH-
NH4+ + H2O → NH4OH + H+
2. Ion-ion yang berasal dari asam kuat (misalnya Cl-, NO3-, dan SO42-) atau ion-ion yang berasal dari basa kuat (misalnya Na+, K+, dan Ca2+) tidak bereaksi dengan air atau tidak terjadi hidrolisis. Hal ini dikarenakan ion-ion tersebut tidak mempunyai kecenderungan untuk membentuk asam atau basa asalnya.

(Ingat kembali tentang kekuatan asam-basa!)
Na+ + H2O → tidak terjadi reaksi
SO42- + H2O → tidak terjadi reaksi
Hidrolisis hanya dapat terjadi pada pelarutan senyawa garam yang terbentuk dari ion-ion asam lemah dan ion-ion basa lemah. Jadi, garam yang bersifat netral (dari asam kuat dan basa kuat) tidak terjadi hidrolisis.

Demikian penjelasan materi kimia tentang Pengertian Hidrolisis Garam, semoga dapat menjadi referensi yang baik bagi sahabat.

Baca juga:

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter