Hubungan Ksp dengan pH dan Penggunaan Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat

Hubungan Ksp dengan pH dan Penggunaan Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat – RumusKimia.net berikut akan share materi Hubungan Ksp dengan pH dan Penggunaan Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya yang disertai dengan contoh soal penyelesaian:
Hubungan Ksp dengan pH dan Penggunaan Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat
Hubungan Ksp dengan pH dan Penggunaan Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat

1. Hubungan Ksp dengan pH

Harga pH sering digunakan untuk menghitung Ksp suatu basa yang sukar larut. Sebaliknya, harga Ksp suatu basa dapat digunakan untuk menentukan pH larutan (James E. Brady, 1990).


Contoh Soal Penyelesaian Hubungan Ksp dengan pH

Jika larutan MgCl2 0,3 M ditetesi larutan NaOH, pada pH berapakah endapan Mg(OH)2 mulai terbentuk? (Ksp Mg(OH)2 = 3 × 10–11)
Jawab:
Ksp Mg(OH)2 = [Mg2+] [OH]2
3 × 10–11 = 3 × 10–11 [OH]2
[OH]2    = 10–10
[OH]     = 10–5M
pOH       = 5
pH          = 14 – pOH
pH          = 14 – 5 = 9
Jadi, pH endapan sebesar 9

2. Penggunaan Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat

Harga Ksp suatu elektrolit dapat dipergunakan untuk memisahkan dua atau lebih larutan yang bercampur dengan cara pengendapan. Proses pemisahan ini dengan menambahkan suatu larutan elektrolit lain yang dapat berikatan dengan ion-ion dalam campuran larutan yang akan dipisahkan. Karena setiap larutan mempunyai kelarutan yang berbeda-beda, maka secara otomatis ada larutan yang mengendap lebih dulu dan ada yang mengendap kemudian, sehingga masingmasing larutan dapat dipisahkan dalam bentuk endapannya.

Misalnya pada larutan jenuh MA berlaku persamaan:
Ksp = [M+] [A]
Jika larutan itu belum jenuh (MA yang terlarut masih sedikit), sudah tentu harga [M+][A] lebih kecil daripada harga Ksp. Sebaliknya jika [M+][A] lebih besar daripada Ksp, hal ini berarti larutan itu lewat jenuh, sehingga MA akan mengendap.

  • Jika [M+] [A] < Ksp, maka larutan belum jenuh (tidak terjadi endapan).
  • Jika [M+] [A] = Ksp, maka larutan tepat jenuh (tidak terjadi endapan).
  • Jika [M+] [A] > Ksp, maka larutan lewat jenuh (terjadi endapan).

Contoh Soal Penyelesaian Penggunaan Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat

Jika dalam suatu larutan terkandung Pb(NO3)2 0,05 M dan HCl 0,05 M, dapatkah terjadi endapan PbCl2? (Ksp PbCl2 = 6,25 × 10–5)
Jawab:
[Pb2+]            = 0,05 M
[Cl]              = 0,05 M
[Pb2+] [Cl]2 = 0,05 × (0,05)2
                      = 1,25 × 10–4
Oleh karena [Pb2+][Cl]2 > Ksp PbCl2, maka PbCl2 dalam larutan itu akan mengendap.
Lihat juga penjelasan materi kimia lainnya:
Demikian penjelasan materi kimia tentang Hubungan Ksp dengan pH dan Penggunaan Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat lengkap dengan contoh soal penyelesaiannya. Dan semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter