Pengertian Kesetimbangan Dinamis, Contoh dan Ciri-ciri Kesetimbangan Dinamis

Kesetimbangan Dinamis – Materi kimia yang akan kami bagikan kali ini yaitu mengenai kesetimbangan dinamis. Namun sebelum kita membahas lebih jauh mengenai kesetimbangan dinamis tersebut, alangkah baiknya jika sahabat memahami apa itu sebenarnya kesetimbangan dalam kimia.

Dalam bahasa Indonesia setimbang dapat diartikan sebagai suatu kedaan dimana dua benda memiliki berat dan kedudukan serta berada dalam posisi yang sama. Sedangkan berdasarkan ilmu kimia kimia setimbang merupakan dua proses memiliki keadaan yang berlawanan arah. Proses tersebut berlangsung secara terus menerus dan bersifat simultan. Namun, pada kesetimbangan tersebut tidak terdapat perubahan yang dapat diamati dan di ukur.
Kesetimbangan Dinamis
Kesetimbangan Dinamis

Kesetimbangan Dinamis

Perlu sahabat pahami juga bahwa secara garis besar kesetimbangan dapat dibedakan menjadi kesetimbangan statis dan kesetimbangan dinamis. Akan tetapi kali ini kami khusus akan membahas kesetimbangan dinamis.

Pengertian Kesetimbangan Dinamis

Kesetimbangan dinamis adalah keadaan dimana reaksi berlangsung terus-menerus dan kecepatan membentuk zat produk sama dengan kecepatan menguraikan zat pereaksi.
Agar sahabat lebih memahami pengertian kesetimbangan dinamis di atas, sebagai gambaran pada proses berubahnya air berbentuk cair menjadi uap dan sesudahnya dapat menjadi air lagi merupakan proses dapat balik. Jika kecepatan berubahnya air menjadi uap air sama dengan proses berubahnya uap air menjadi air, maka peristiwa tersebut merupakan proses kesetimbangan. Kesetimbangan yang terjadi karena adanya perubahan dua arah atau reaksi bolak balik inilah yang dinamakan kesetimbangan dinamis.

Ciri-ciri Kesetimbangan Dinamis

Berikut ini beberapa ciri-ciri dalam kesetimbangan dinamis:
  • Reaksi berlangsung terus-menerus dengan arah yang berlawanan.
  • Terjadi pada ruang tertutup, suhu, dan tekanan tetap.
  • Kecepatan reaksi ke arah produk (hasil reaksi) sama dengan kecepatan reaksi ke arah reaktan (zat-zat pereaksi).
  • Tidak terjadi perubahan makroskopis, yaitu perubahan yang dapat dilihat, tetapi terjadi perubahan mikroskopis, yaitu perubahan tingkat partikel (tidak dapat dilihat).
  • Setiap komponen tetap ada.
  • Simbol kesetimbangan dalam reaksi kimia adalah .

Contoh Kesetimbangan Dinamis

Penjelasan sebelumnya menunjukkan bahwa kesetimbangan dinamis merupakan kesetimbangan yang terjadi jika kecepatan reaksi pembentukan produk sama dengan kecepatan pembentukan reaktan. Kesetimbangan yang terjadi dalam reaksi kimia merupakan kesetimbangan dinamis, karena dalam kesetimbangan selalu ada perubahan menuju produk dan perubahan kembali menjadi reaktan. Simbol kesetimbangan dalam reaksi kimia adalah  ⇄ .

Pada suhu tetap gas A berada dalam keadaan setimbang dengan gas B. Persamaan reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut.
aA(g) ⇄ bB(g)
Jika gas A dalam keadaan setimbang dengan gas B, maka kecepatan pembentukan gas B sama dengan kecepatan pembentukan kembali gas A. Setiap saat gas A berubah sebanyak a mol, maka B juga akan berubah sebanyak b mol. Perbandingan mol A dan mol B akan selalu tetap.

Contoh 1
Pada reaksi kesetimbangan peruraian gas N2O4 menjadi gas NO2, tercapai keadaan setimbang saat kecepatan terurainya N2O4 sama besarnya dengan kecepatan membentuk kembali N2O4.
N2O4(g) ⇄ 2 NO2(g)
Tercapainya kesetimbangan dinamis peruraian N2O4 dapat dilihat pada gambar berikut:
Kesetimbangan Dinamis

  • (a) Reaksi dimulai, campuran reaksi terdiri dari N2O4 tidak berwarna.
  • (b) N2O4 terurai membentuk NO2 cokelat kemerahan, warna campuran jadi cokelat.
  • (c) Kesetimbangan tercapai, konsentrasi NO2 dan N2O4 konstan dan warna campuran mencapai warna final.
  • (d) Karena reaksi berlangsung terus-menerus dengan kecepatan sama, maka konsentrasi dan warna konstan.


Contoh 2
Jika gas N2 dan gas H2 direaksikan dalam reaktor tertutup akan terbentuk gas NH3.
Persamaannya:
N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g)
Gas NH3 yang terbentuk dapat diuraikan kembali membentuk pereaksi.
Persamaannya:
2NH3(g) → N2(g) + 3H2(g)
Reaksi semacam ini menunjukkan bahwa reaksi dapat balik (reversible) atau reaksi dua arah. Sehingga kedua persamaan tersebut dapat dituliskan dalam persamaan kesetimbangan dinamis seperti berikut ini:
N2(g) + 3H2(g) ⇄ NH3(g)

Dampak Terjadinya Kesetimbangan Dinamis

Dalam sistem terbuka (di alam sekitar kita) terjadi kesetimbangan kimia (reaksi bolak-balik/dua arah/reversibel), seperti proses siklus oksigen, siklus air, dan siklus nitrogen. Dengan adanya kesetimbangan kimia (reaksi reversibel/dua arah), maka memiliki dampak yaitu makhluk hidup tidak kehabisan oksigen untuk bernapas dan tidak kehabisan air untuk keperluan sehari-hari. Dan tentunya hal ini telah diatur sedemikian rupa oleh yang Maha Kuasa.

Nach demikian ulasan materi kimia di atas mengenai Kesetimbangan Dinamis baik pengertian, ciri-ciri, dan beberapa contoh reaksi dari kesetimbangan dinamis, serta beberapa penjelasan yang relevan. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi salah satu referensi yang baik bagi kita semua. [Rumuskimia.net].

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter