Perbedaan Rumus Empiris dan Rumus Molekul

Perbedaan Rumus Empiris dan Rumus Molekul – Dalam penjelasan materi kimia, diketahui bahwa rumus kimia dibagi menjadi dua yaitu rumus empiris dan rumus molekul. Rumus empiris merupakan rumus kimia yang menggambarkan perbandingan mol terkecil dari atom-atom penyusun senyawa. Rumus molekul merupakan rumus yang menyatakan jumlah dari suatu senyawa. Salah satu cara menentukan rumus empiris dan rumus molekul dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Perbedaan Rumus Empiris dan Rumus Molekul
Perbedaan Rumus Empiris dan Rumus Molekul
Persen massa → mol setiap unsur → perbandingan mol dari unsur-unsur → rumus empiris molekul.

Perbedaan Rumus Empiris dan Rumus Molekul

Untuk memahami lebih jauh perbedaan keduanya, berikut ulasannya:

1) Rumus Empiris

Rumus empiris atau biasa disebut juga komposisi kimia dari suatu senyawa kimia adalah ekspresi sederhana jumlah relatif setiap jenis atom (unsur kimia) yang dikandungnya. Suatu formula empiris tidak memberikan gambaran mengenai isomer, struktur, atau jumlah absolut atom. Formula empiris adalah standar bagi senyawa ion, seperti CaCl2, dan makromolekul, seperti SiO2. Istilah empiris sendiri sebenarnya merujuk pada proses analisis elemental, suatu teknik kimia analitik yang digunakan untuk menentukan persentasi komposisi relatif per unsur dari suatu zat kimia. Kontras dengan formula empiris, formula kimia mengidentikasi jumlah absolut atom unsur-unsur yang ditemukan pada setiap molekul di senyawa tersebut.

2) Rumus Molekul

Rumus molekul adalah ungkapan yang menyatakan jenis dan jumlah atom dalam suatu senyawa yang merupakan satu kesatuan sifat. Jika dihubungkan dengan rumus empiris, maka rumus molekul dapat diartikan sebagai kelipatan dari rumus empirisnya. Rumus molekul merupakan rumus sebenarnya dari suatu senyawa. Rumus molekul dapat ditentukan jika massa molekul relatif diketahui.

Contoh Soal dan Penyelesaian

Contoh soal berikut ini merupakan salah satu cara menentukan rumus empiris dan rumus molekul.

1) Seorang teknisi kimia membakar 4,5 gram sampel senyawa organik yang mengandung C, H, dan O. Jika gas oksigen yang digunakan murni ternyata menghasilkan 6,6 gram CO2 dan 2,7 gram H2O. Tentukan:
1. rumus empiris senyawa organik tersebut (Ar C = 12, O = 16, dan H = 1)!
2. rumus molekul senyawa organik tersebut jika diketahui Mr-nya = 30!
Perbandingan mol C : mol H : mol O = 0,15 : 0,3 : 0,15 = 1 : 2 : 1
Jadi, rumus empiris senyawa karbon tersebut adalah CH2O.

2. Rumus empiris = (CH2O)n
maka: Mr = (CH2O)n
            30 = (12 + (2 x 1) + 16)n
            30 = 30n
       30:30 = n
              1 = n
              n = 1
Jadi, rumus molekul senyawa karbon tersebut adalah (CH2O)n = CH2O atau asam formiat.

Jadi sebagai contoh lain, misalnya n-heksana, memiliki rumus molekul CH3CH2CH2CH2CH2CH3, menyatakan bahwa senyawa ini memiliki struktur rantai lurus, 6 atom karbon dan dan 14 atom hidrogen. Formula kimia heksana karenanya adalah C6H14, sedangkan rumus empirisnya adalah C3H7 menunjukkan rasio C:H sejumlah 3:7.

Demikianlah perbedaan rumus empiris dan rumus molekul sebagai salah satu dari sekian cakupan dalam rumus kimia. Semoga dapat dengan mudah dimengerti, dan juga sahabat dapat memberikan saran jika terdapat kekeliruan dalam penjelasan kali ini.

Pustaka:
[Perbedaan Rumus Empiris dan Rumus Molekul (RumusKimia.net)]
[Wikipedia Indonesia]
[Kimia Dasar]
[Foto (Google Images)]

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter