Sel Volta atau Sel Galvani dengan Contoh Soal dan Jawabannya

Sel Volta – Materi kimia kali ini yang akan dibagikan yaitu tentang sel volta  atau yang biasa juga disebut dengan Sel Galvani. Sejarah awal dari sel volta ini berawal dari penemu sel ini yang merupakan ahli kimia Italia bernama Alessandro Volta dan Luigi Galvani. Sel ini merupakan salah satu sel elektrokimia pertama yang dikembangkan.
Sel Volta
Gambaran Sel Volta
Baca juga:

Sel Volta

Pada umumnya sel Volta digunakan elektrode negatif (anode) dari batang zink (seng) yang dicelupkan dalam larutan ZnSO4 dan elektrode positif (katode) dari batang cuprum (tembaga) yang dicelupkan dalam larutan CuSO4. Kedua larutan dihubungkan dengan jembatan garam atau dipisahkan oleh dinding berpori. Jembatan garam terdiri atas pipa berbentuk U yang berisi agar-agar yang mengandung garam kalium klorida. Fungsi jembatan garam adalah untuk mempertahankan kenetralan medium elektrolit tempat batang elektrode berada.

Tahapan kerja sel Volta atau sel Galvani

Untuk lebih jelasnya mengenai bagaimana tahapan dala proses kerja dari sel volta atau yang sering disebut juga sel Galvani, berikut ulasannya dari RumusKimia.net:

a. Elektrode seng teroksidasi berubah menjadi Zn2+
Zn(s) → Zn2+(aq) + 2 e–

b. Elektron yang dibebaskan mengalir melalui kawat penghantar menuju elektrode Cu.

c. Pada elektrode Cu elektron-elektron diikat oleh ion Cu2+ dari larutan menjadi Cu dan selanjutnya molekul menempel pada batang Cu, reaksi:
Cu2+(aq) + 2 e– → Cu(s)

d. Akibatnya, Zn teroksidasi dan Cu2+ tereduksi, pada anode ion Zn2+ lebih banyak dari ion SO42, sedangkan pada katode ion SO42 lebih banyak dari ion Cu2+. Oleh sebab itu, ion SO42 berpindah dari elektrode Cu ke elektrode Zn melalui jembatan garam.

e. Pada akhir reaksi sel, elektrode Zn akan berkurang beratnya, sedangkan elektrode Cu akan bertambah beratnya. Larutan CuSO4 semakin encer, sedangkan larutan ZnSO4 semakin pekat.

Reaksi yang terjadi pada sel Volta adalah
Zn(s) + CuSO4(aq) → ZnSO4(aq) + Cu(s)

Reaksi oksidasi (anode)
Zn(s) → Zn2+(aq) + 2 e–

Reaksi reduksi (katode)
Cu2+(aq) + 2 e– → Cu(s)

Penulisan reaksi redoks tersebut dapat juga dinyatakan dengan diagram sel berikut:
Zn(s) | Zn2+(aq) || Cu2+(aq) | Cu(s)
Keterangan:
| = perbedaan fase
|| = jembatan garam
sebelah kiri || = reaksi oksidasi
sebelah kanan || = reaksi reduksi

Contoh Soal Sel Volta dengan Jawabannya

1. Nyatakanlah diagram sel dari reaksi pada sel kombinasi berikut.
Sel Volta
Jawab:
Zn(s) → Zn2+(aq) + 2 e–          (oksidasi)
Br2(aq) + 2 e– → 2 Br(aq)      (reduksi)
Diagram sel:
Zn(s) | Zn2+(aq) || Br2(aq) | Br(aq)
Jadi, diagram sel untuk sel tersebut adalah Zn(s) | Zn2+(aq) || Br2(aq) | Br(aq)

2. Tuliskanlah persamaan reaksi redoks di anode dan di katode dari diagram sel berikut.
a. Ni(s) | Ni2+(aq) || Ag+(aq) | Ag(s)
b. Fe(s) | Fe2+(aq) || Au3+(aq) | Au(s)
Jawab:
a. Anode (oksidasi) : Ni(s) → Ni2+(aq) + 2 e–
    Katode (reduksi) : Ag+(aq) + e– → Ag(s)
b. Anode (oksidasi) : Fe(s) → Fe2+(aq) + 2 e–
    Katode (reduksi) : Au3+(aq) + 3 e– → Au(s)

Itulah penjelasan singkat mengenai materi kimia khusus penjelasan sel volta secara umum beserta contoh soal dan penyelesaiannya. Semoga penjelasan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kita semua dalam meningkatkan pengetahuan dalam bidang ilmu kimia.
Pustaka: [Sel Volta atau Sel Galvani dalam Praktis Belajar Kimia IPA Kelas 12 Iman Rahayu 2009, dibagikan oleh RumusKimia.net]

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter